Infrastruktur dan Dept. IT, Beban Atau Aset Kantor?
November 11, 2008 8:55 pm Khasanah Umum.
“Sebagian besar perusahaan masih menganggap bagian IT (teknologi informasi) sebagai beban biaya dan bukan aset yang bisa menghasilkan keuntungan…” Demikianlah kutipan penggalan sebuah berita dari salah satu harian umum terbit pagi di bagian rubrik digital yang terbit pada hari Selasa 11 November 2008.
Memang kalau ditelisik dari sudut pandang divisi lain, akan terlihat kerja para personel IT seperti tidak ada kontribusinya. Akan tetapi semua hal atau masalah tidak sepatutnya dilihat hanya dari satu sisi apalagi dari satu sudut pandang saja. Sebab boleh jadi keseharian personel team IT hanya terlihat senantiasa duduk terdiam di meja kerjanya dengan mata tertuju hanya pada layar monitor di depannya dan tidak beraktifitas apapun terkecuali jam istirahat, atau ketika mereka sedang berdiskusi dengan sesama personel team IT lainnya.
Jangan tergesa-gesa memberikan asumsi yang tidak-tidak, sebab dibalik “tidak berbuat” apapun itu lah justru kontribusinya tetap ada sesuai dengan tugas dan fungsinya mereka. Di mana kah letak kontribusinya? Beragam dan cukup banyak, setidaknya kontribusi mereka terhadap kelangsungan hidup suatu organisasi atau perusahaan itu sama dengan kontribusi team back office lainnya.
Tidakkah terpikir, bahwa tanpa adanya server-server yang terawat baik dan senantiasa menjalankan fungsinya itu, bukan merupakan kontribusi dari infrastruktur dan divisi IT? Tersaringnya semua virus dan mailware serta spamming dalam suatu local area network kantor, itu bukan merupakan kontribusi dari team IT terhadap suatu organisasi?
Bukankah pekerjaan (bahkan untuk hal termudah) mengetik suatu konsep, mengetik proposal penjualan, mengetik laporan keuangan dan pencatatannya di pc atau notebook yang terawat dan berfungsi dengan baik itu, bukan suatu aset bagi suatu organisasi?
Bila memang bagian IT dikatakan tidak berkontribusi pada suatu organisasi, semua perlu dibuktikan dengan terbuka dan dapat dibicarakan secara terbuka, agar semua aspek turut dinilai. Agar lebih adil.
Banyak pula sumbang saran bagian IT dalam meringankan beban suatu organisasi atau perusahaan, salah satunya adalah, pemakaian server yang dapat diminimalisasi seperti penggabungan beberapa elemen kerja dalam satu server (tapi dilihat dari sisi fungsinya, sebab ada beberapa elemen kerja yang tidak dapat digabungkan untuk masuk dalam satu unit server, misalnya). Penggunaan layar monitor LCD misalnya, hal ini dapat mengurangi beban penggunaan listrik yang lebih dari cukup signifikan. Dan masih banyak lagi hal lainnya, seperti vistualisasi server (tapi ini perlu dipertimbangkan soal kerahasiaan data organisasi).
Tidak ada maksud menggurui atau terkesan “membela diri” atas tulisan ini, meski penulis berkecimpung dan tergabung dalam bagian IT di suatu organisasi. Semua ini hanya bertujuan agar pembaca weblog ini dapat “terbuka” mata hatinya, bahwa bila dalam melihat suatu persoalan tidak lah adil atau kurang arif bijaksana apabila seseorang hanya melihat dari satu sisi saja (dari sudut pandang dirinya).
Demikian kiranya tulisan dari kami agar pembaca weblog ini setidaknya dapat dan atau mau memahaminya. Seperti uraian kata-kata orang bijak berikut di bawah ini :
“Seseorang dengan EQ yang tinggi memiliki kemampuan untuk memahami dirinya sendiri dan juga memahami orang lain” -hermawan kartajaya-
-peace-

