Akankah Politisi Indonesia Berjiwa Besar?
November 10, 2008 3:03 pm Khasanah Umum.
Haru biru sekali kisah akhir perjalanan dan perjuangan Barack Hussein Obama menuju kursi Presiden Amerika. Segala hingar bingar pesta demokrasi yang baru saja berlalu di negeri Paman Sam itu setidaknya terasa atau memang sengaja dirasakan oleh segenap penduduk dunia ini, di sudut manapun.
Akan sangat membosankan rasanya bagi pembaca bilamana penulis masih menyinggung soal pemilihan calon presiden Amerika yang sudah selesai itu. Seperti kita ketahui bersama, bahwa pemenangnya adalah Barack Hussein Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44.
Dalam tulisan kali ini, penulis menyimak ada suatu fenomena menarik dan bisa dikatakan sesuatu hal yang sangat langka terjadi di Indonesia (tetapi bukan peristiwa yang langka di negeri Amerika). Dimana sang rival dari partai Republik, John McCain, berpidato kepada para pendukungnya dan dengan lantang serta tegas dan lugas menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pendukungnya sesaat setelah penghitungan pemilihan sementara diperoleh dan kemenangan mutlak sudah dapat dicapai oleh kubu partai Demokrat, Barack Obama.
Dalam pidatonya, McCain menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan yang dicapai Obama, dan Joh McCain berkata pula bahwa kekalahan yang terjadi pada partai Republik adalah sepenuhnya tanggung jawabnya.
Di sini dapat ditarik pelajaran yang sangat tinggi bahwa setiap kegagalan yang terjadi pada diri kita adalah sepenuhnya karena perbuatan kita sendiri dan itu harus menjadi tanggung jawab diri kita sendiri. Tanpa perlu menuding orang lain sebagai penyebab kegagalan yang terjadi. Atau mencari-cari alasan sebagai tameng dari kegagalan atau kekalahan yang terjadi pada diri kita atau kelompok kita.
Menilik dari peristiwa menarik ini, alangkah indahnya alam politik di Indonesia bila hal semacam tadi bisa dilakukan oleh para politisi Indonesia yang telah kalah dalam suatu pemilihan, misalnya pemilihan Gubernur daerah atau bahkan pemilihan Presiden.
Bukankah Indonesia itu merupakan wilayah belahan timur dunia ? Yang notabene masyarakat timur terkenal dengan budaya dan tata krama adat ketimurannya yang sangat santun lagi sopan ?
Lantas akankah para politisi Indonesia yang selalu menyebut dirinya sebaga anak bangsa ini mampu dan mau belajar dari peristiwa pemilihan di negeri seberang yang baru saja berlalu ? Dimana politisi barat senantiasa berlapang dada atas kekalahan yang mereka terima, kemudian berseru kepada para pendukungnya agar menerima kekalahan yang ada dan segera berbalik menjadi pendukung yang patuh kepada pemimpin baru mereka !
-anak bangsa Indonesia-

