Ibu, Isteri, Keluarga Adalah Segalanya Bagiku.

10:29 pm Catatan Kecil.

wife-in-hospital.jpgIsteri, ibu dari anak-anak suatu keluarga adalah tulang rusuk sang ayah. Sedemikian rupanya bentuk tulang rusuk diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, bengkok bentuknya. Bila diluruskan akan patah, tidaklah sempurna bentuk tulang rusuk itu, bagi manusia. Tapi bagi Yang Maha Kuasa, sudah demikian adanya tulang rusuk itu adanya.  Itu penggalan dalam suatu kutbah, ceramah Jumat, yang pernah saya ikuti.

Bertanya-tanya terus dalam pikiran ini, mengapa hal semacam tadi itu menjadi bahasan penting dalam kutbah Jumat ? Setelah mengikuti sampai akhir bahasan kutbah tadi, baru saya pahami betul, maknanya. Wanita yang sudah menjadi ketetapan-Nya sebagai isteri setiap laki-laki adalah memang benar-benar wujud dari tulang rusuk pria tersebut.

Kadang terlihat tidak indah atau elok dilihat, seringkali pula tidak selaras dengan kemauan sang suami, tapi ya itu tadi, memang wujudnya bengkok bagai tulang rusuk, bila dipaksakan sesuai kehendak kita, akan “patah” lah tulang rusuk tadi.

Disaat sang ibu terbaring lemah dalam kondisi sakit, terlihat jelas betapa besar peranannya dibalik setiap kesuksesan sang ayah. Anak-anak pun cenderung “berteriak, ibu… ibu” ketimbang “ayah… ayah”. Meski demikian, sang ayah harus tetap terus menjaga keseimbangan atas ketimpangan yang ada selama sang ibu terbaring lemah, sakit di rumah sakit. Semua peranan sang ibu di rumah, harus tetap dapat diambil alih oleh sang ayah. Betapa pun sulitnya, memang rasa-rasanya lebih sulit “bekerja” di dalam rumah sehari-hari dibandingkan bekerja mencari nafkah di kantor.

Tak apalah, apa arti semua ini, ketimbang segala pengorbanan sang ibu selama ini, jauh lebih berat pengorbanan seorang ibu yang “bekerja” di rumah, membangun pilar-pilar keluarga di rumah selama ini. Memang tulang rusuk itu bengkok, jangan pernah berpikir untuk meluruskannya, justru karena sang ayah ada, maka ia harus menyempurnakan semua hal-hal yang terlihat “bengkok” tanpa harus “meluruskan”.

Semoga cepat sembuh isteriku tercinta, cepat kembali ke rumah, berkumpul kembali bersama kami lagi, ayah dan anak kami tersayang. Dan kita berusaha kembali menjaga semua ini, membangun dan memperkukuh pilar-pilar yang ada, untuk lebih baik lagi bagi kita bertiga, tanpa perlu “meluruskan” apapun juga.

-ayah dan ilmam-

Leave a Comment

Your comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.